Didustakan bicara Cinta kepada swadaya Cinta.
Pujangga tidak mengklaim arti Cinta, hanya berulang kali menyatakan, "Aku jatuh Cinta."
Dijajakannya, "Cinta! Cinta! Seribu tiga!"
Pada malam hari, digagahinya Cinta, sampai melolong-lolong meminta tolong.
Atau kejadian Cinta disapu bersih bersama debu-debu atau kulit-kulit.
Dan akhirnya, Cinta kembali tiada bersisa.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!