"Aku putus! Aku putus! Aku sedih..," dan ia bercerita. Rindu genggaman, rindu pelukan, rindu ciuman, rindu sentuhan, rindu ucapan, rindu belaian, rindu rangkulan, rindu tatapan, rindu senyuman, rindu candaan, rindu mesraan, rindu marahan, rindu, rindu, rindu, rindu, menyesal.
Masih perempuan yang sama, pada hari setelahnya, menghampiri aku lagi.
"Seseorang berkata kepadaku..," ia mengawali. "'Sedih kenapa, sih?' begitu!" dan ia melupakan ceritanya di hari kemarin, berganti pria dengan si-yang-bertanya. Mungkin pada berikut-berikutnya ia akan berkata ingin digenggam, ingin dipeluk, ingin dicium, ingin disentuh, ingin diucap, ingin dibelai, ingin dirangkul, ingin ditatap, ingin disenyum, ingin dicanda, ingin dimesra, ingin dimarah, ingin, ingin, ingin, ingin, berharap.
Ah.., selemah itukah?
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!