Aku bercermin dan..
ada kamu. Sebegitu miripnyakah kita sampai aku sendiri salah tangkap dan lepas kendali? Atau aku hanya rindu sendiri? Atau memang itulah dirimu yang menghampiri karena turut merasa sepi?
Memangnya..
apa yang kamu masih ingat? Padahal memoar yang terbuang tak pernah kamu panggil kembali. Apa kamu mencari? Apa kamu mencari? Sesudah yang dikatakanmu bahwa aku lain kata dengan dahulu.
Aku tidak bicara tentang kekecewaan. Aku hanya terlalu sering menemukanmu, karena indraku bekerja lebih cepat dari pada realita.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!