Bersedih-sedihanlah! Yang pilu, sendu, kelu, tiada rindu.
Lalu, mengadulah pada Tuhanmu. Pun Dia antara ada dan tiada. Bukankah memang diriNya hadir sebagai naunganmu? Memeluk lembut setelah langit yang lewat kelabu?
Berdiamlah, sembah Tuhanmu, tenangkan dirimu, katakan apa yang tergundah.
Dan akhirnya, tinggalkan lagi Tuhanmu yang antara ada dan tiada itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
sangat menyentuh... nice..
BalasHapusTerima kasih! :)
BalasHapus