Apa yang kuinginkan,
dan tidak bisa kudapatkan.
Padahal dirimu begitu mudah mengalir
Sehingga aku lupa yang mana hulu atau hilir
Meski dengan tatapan mata kau menjerit berulang,
“Tidak perlu panik..
Jangan cemas..
Aku menunggu, pelan-pelan.”
Apa aku harus berharap lagi?
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!