Tulisanku!
Mengapa dan untuk siapa, perlukah ditanya?
Senin, Maret 01, 2010
Di Benak
Kalau aku membayangkan, maka aku menyesal. Itulah mengapa aku tidak mau berfantasi, meski perih yang tertatih itu menagih sedih.
Lantas, aku menghadap realita.
Dan terima kasih Tuhan, aku tidak berduka.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!