Sabtu, Februari 27, 2010

Mungkin Surat Terakhir

Apa yang kamu kerjakan?

Berkonspirasi...?

Aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan. Tapi dalam benakku, kurasa yang kamu lakukan adalah drama sepihak. Berpura-pura entah untuk mengalahkan aku.., atau sekedar memenangkan diri sendiri. Aku tidak tahu, sangat tidak tahu dan mungkin tidak akan bertanya. Apa gunanya bertanya? Pada akhirnya pertanyaan akan jadi terlalu banyak dan aku pun tidak tahu apa-apa.

Mungkin seseorang berbaik hati menawarkan padamu penolong lain. Aku tidak peduli. Hanya, semoga ia mendapat pahala. Cukup sedih, serupanya kamu berbohong pada dirimu sendiri. Oh, atau hanya aku saja pecundang yang sok tahu realita? Entahlah..

Padahal aku pikir, aku masih paham dirimu.

Aku pikir juga, aku masih bisa terikat dengan batin.

Tapi ya.., sudahlah. Mau apa? Aku mengenalmu. Dan kamu berpikir tidak mengenal aku, karena aku menyembunyikan diri. Sayangnya, sesungguhnya, sebenar-benarnya, aku tidak benar-benar menyembunyikan diri. Anggap saja, yang kamu pikirkan itu adalah kebenaran.

Mungkin ini pembalasan.

Mungkin juga peringatan, atau apalah kemungkinan lain.

Maaf, ya.

2 komentar

  1. entah penafsiranku sama atau nggak dengan arti aseli tulisan ini, tapi aku merasakan kejadian yang sama denganmu, Mirandah. :0

    BalasHapus
  2. Sebelumnya, kenapa harus ditamabah huruf H, sih? Hahaha. Mungkin sama, mungkin tidak. Kalau sama, kita senasib dooong ihiks. Kalau beda, yang penting semangat teruuuuuuus --> nyambung nggak?

    BalasHapus

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall