Senin, Februari 08, 2010

Bukan Cerita

Di bawah nyentriknya lampu kamar, di atas kasur berseprai hijau di mana sedih-sedihan jatuh, aku meratap sedikit demi sedikit..

Kadang, aku berharap untuk menjadi seorang jahat. Padahal nyatanya pun belum tentu aku adalah seorang baik, tapi aku yang tidak bisa juga membenci merasa bahwa aku punya hati malaikat jua. Aku ingin bebas membenci dan menyalahkan, lalu mendendam dan berbuat onar. Tapi, aku katakan tidak bisa. Lalu akhirnya aku sendiri tidak tahu apakah aku benar-benar melakukannya.

Pada waktu berikutnya, aku berdoa untuk menjadi orang yang baik. Sehingga aku bisa menjadi seperti protagonis bodoh di sinetron, mudah memaafkan dan mudah mengikhlaskan. Sering sakit hati.., tapi juga dicintai, dan bisa kembali lagi. Apakah karena aku tidak seperti itu lantas jadilah yang keji? Entahlah..

Aku pikir, aku punya perasaan juga. Tapi, perasaan apa? Sedangkan sedetik setelah menjerit, aku akan tertawa lagi. Tulus!

Maka.., di malam yang tidak makin larut juga, aku menegaskan sendiri. Akulah yang salah.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall