Selasa, Januari 12, 2010
Latar Belakang
Awalnya, masing-masing mengenal diri dengan kurang baik dan salah satu mengejar tanpa balasan berarti bahkan pergi. Kemudian, waktu cukup menakdirkan untuk hampir bertemu. Sesuai dengan yang kukatakan, hampir. Karena mereka hanya mencari dan salah satu yang lain akhirnya menemukan sosok punggung yang lain. Mengingat kabar tidak baik, kerenggangan pun memuncak. Segala media terputus. Dan waktu terus mempermainkan mereka karena nasib mereka memang diperuntungkan untuk saling memainkan. Jelas, mereka bertemu kembali dalam kesengajaan Tuhan tanpa saling mengenal. Atau mungkin, hanya salah satu yang lupa. Ruang terjangkau melanjutkan rajut roda keberuntungan. Terus. Terus. Terus. Lalu seolah berkhianat. Lalu seolah sakit hati. Lalu. Lalu. Lalu. Merindu. Dan kini, mereka mencuri pandang untuk kembali membuang muka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!