Rabu, Januari 06, 2010
Kawan
Kita ini pejuang, Kawan. Pelipur lara pula, Kawan. Senandung yang kau dendangkan itu masih berharga, Kawan. Sampai pekik senjata lupa dihajar, Kawan. Kita tidak celaka, Kawan, tidak! Tidak juga kita berkhianat, Kawan. Dan pada akhirnya, hikayatku akan terlantar, Kawan. Tapi jangan singgahi nista lantaran sakit yang menggelora, Kawan. Lawan dia, Kawan!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!