Saya sering kesal.
Lalu menyesal.
Mereka ulang, bertanya pada diri saya sendiri.
Kenapa saya harus marah?
Sehingga perlakuan saya tidak seharusnya?
Dan jelas, minta maaf ialah kecanggungan luar biasa.
Kemudiannya, saya berhenti menyesal.
Saya tidak pernah meratapi ini.
Justru saya ragu saya pernah menyesal.
Tidak mungkin waktu disingkirkan lalu diulangi.
Maka saya tidak menunggu mikjizat.
Mari, lanjutkan apa yang sudah terjadi.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!