Jumat, Januari 15, 2010

Bukan Doa

Oh, Tuhan.

Untuk apa Kau cipta matahari tanpa pernah membakar dirinya? Tetapi Engkau menjadikan ia penyekap kepengecutan sehingga terbentuklah keapatisan yang tidak mati rasa. Itukah yang disebut olehMu penegakkan adil? Setelah ia memaki ibunya, dan Engkau tidak pernah memberinya rasa celaka? Atau Kau sengaja mengatur kehidupanku untuk menampung dosanya, lalu akulah yang harus menerima karma? Ia tidak menerima ganjaran! Ia senang di dunia..dan aku tidak butuh klise mengenai kebahagiaan akhirat. Aku akan tersiksa lebih lama di sana, karena aku benci kehidupan, takut kehidupan, dan selalu berharap kematian. Setinggi apa aku harus menjunjungMu, Tuhan? Selama dalam perjalanan aku tidak mendapat makan karena kelahapan ia yang tidak boleh dinomor-duakan..itu adil? Oh, aku dan Kau berbeda pandangan. Aku makhluk hina-dina yang tidak boleh merangkai kata pemberontak. Dan Engkau sang Pencipta yang menahanku untuk bertahan di permainan. Apakah kuncinya kesabaran? Bila benar begitu, Tuhan..maka aku yakin Engkau tidak pernah ada.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall