Kamis, Desember 03, 2009
Tanpa Pendengar
Tuhan tidak mengijinkan aku bahagia, tapi Dia tetap memerintah insan berbaris rapi menuju neraka. Oh, Tuhan! Bila diriMu adalah Cinta, maka berikan kepadaku dua titik hikmahMu untuk menjadikan aku hidup dalam ketegangan. Kecuali bila Engkau adalah Azab, cukup aku saja yang terderita atas ruah sial terdaftar. Aku bisa tidak tertawa, dan aku berharap pantas mengucap akulah yang paling menderita. Tapi..doaku, didengar pun mungkin tidak.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!