Saya tidak paham arti kehidupan.
Di sana terlalu banyak ketidak-adilan, sehingga saya tidak tahu alasan kenapa saya dihidupkan.
Apakah untuk mengajari pada manusia arti kesedihan dan memberi amanah untuk bersyukur pada Tuhan?
Entahlah, saya sendiri merasa tidak puas dengan hidup.
Kalau memang iya begitu adanya, inilah peran yang menyenangkan dan harusnya nanti saya ditetapkan ada di surga.
Tetapi kalau bukan, ternyata hidup memang tidak adil.
Saya memang seorang pengeluh kelas kakap yang tidak merasa paling menderita.
Dan mungkin juga tidak pernah punya harga yang pantas dalam penjualan kepala.
Tetapi saya bangga untuk tidak mengenal Tuhan sehingga tidak perlu sakit hati.
Saya terlalu lama sendirian, sehingga saya tidak tahu arti manusia dalam kehidupan saya.
Terbakarlah saya dalam api neraka, tetapi saya juga akan menjadi penguasa neraka.
Dosalah saya dengan ludah caci-maki orang sekitar yang mengandung pahala.
Saya berlagak suci.
Saya berpikir saya yang paling hebat.
Itulah yang saya katakan hidup tidak adil.
Dan saya menerimanya dengan kemampuan seadanya dan diada-adakan.
Saya tidak mau menyadari apa yang saya katakan, lantas saya terus memalingkan wajah.
Mungkin juga saya mengaburkan makanan dengan air mata.
Ah, tetapi Tuhan akan terus menjalankan saya dalam skenarioNya.
Memasukkan saya ke dalam kubang yang Ia inginkan.
Kemudian saya akan sibuk mengemis hidup yang layak dalam pikiran saya.
Ini adalah kesalahan saya.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!