Hei Paduka terduka.
Jangan pernah sedih, kalau kamu tidak berlari padaku. Berlakulah seperti bayi di pangkuan ibu, lembut bahagia tanpa tahu kesukaran cinta. Yang berbeda mungkin yang terdera, tapi nantian lagu natural tidak akan menutup kesan kamu butuh sentuhan. Tertawalah, atau diam saja. Lengkungan bibir lebih berharga dari bandul mutiara. Dan jangan lupakan aku, kecuali telah kamu genggam tiang penyangga langit.
-Budak
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!