Minggu, November 15, 2009
Waktu Mempermainkan Aku
Waktu mempermainkan aku. Bersama gravitasi untuk bermain di trampolin yang tergerogoti sakit masa lalu. Terlepaslah warna, silahkan menjamu persilatan yang membaku kaku. Jadi padat. Tercekat. Tersesat. Mokat! Waktu mempermainkan aku. Ikat-mengikat semakin berkarat, dan janji tidak tergenap kembali memuluh untuk dibagi dua. Ah, harusnya aku diam saja karena terbiasa. Tetapi, cerita puisi yang berakhir nihil ini tenggelam tanpa jejak nyata. Apa aku harus menjual air mata raja dahulu? Ah, waktu sungguh mempermainkan aku!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!