Ah.
Ini surat kosong, mungkin dari pembohong.
Tapi percayalah. Ini hiburan diri dari kebodohan tipu daya.
Ah!
Kenapa aku tidak boleh bicara?
Dan harus bertahan dalam lumpur kesenjangan dalam penjagaan?
Sekiranya aku harus hidup di balik usaha menghidupkan orang lain?
Karena aku tanpa gaya? Atau apa?
Aah!!
Aku mengunci pintu, tapi aku membukanya.
Entah untuk maksud apa, karena kelor yang menyempit temu.
Tanpa peduli harap, itu masalahnya.
Ah! Bangsat!
Iya untuk yang kubenci, dan tidak untuk segala yang kudamba.
Perintah!
Pilihan!
Dari makhluk mahsyur yang kelewat persetan!!
Cih.
Ini surat kosong?
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!