HAHAHAHAHAHAHA!
Ah, aku ingin menghabiskan siang hari ini dengan tawa. Lalu berperang lagi di malam hari untuk mendapat tawa miris keesokan siangnya! Lantas aku menghargai hidup lebih lagi, karena adrenalin memuncak di tengah siksa yang sejak dulu kudapat.
Karena apa yang kuucap selayak masa depan yang tertunda, maka berhati-hatilah untuk membijak diri menemui aku dalam suntuk berkepanjangan! Karena kartu tak akan terbuka, kecuali aku mencinta dan dirimu menyambut sua.
HAHAHAHAHAHAHA!
Aih, maafkan aku yang tidak tahu etika. Tapi apalah pula arti peraturan sekiranya dirimu seperti aku? Tidak perlu paksa diri menimbul api dari batu, Sayang.
Bersyukurlah! Karena layar mencipta pencerminan, sehingga kamu bertemu dengan sosok yang tidak akan kamu kalahkan. Dirimu sendiri, aku.
Sekali lagi, aku.
Dua kali lagi, aku, aku.
Berapa kali aku harus mengulang? Karena kejiku ingin terputar dalam bimbang otak putihmu.
Kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, aku, kamu, kamu, kamu kamu, aku, aku, aku, aku!
Inilah yang tidak akan kamu kalahkan. Kecuali karena pikiran sepihak karena bencinya kamu terhadap persaingat. Setelah selama ini kamu berdiri di singgasana yang kamu buat sendiri, seperti yang aku lakukan.
HAHAHAHAHAHAHA!
Sampai kapan ingin berjuang mempertahankan eksistensi? Kamu itu serupa aku, Sayang. Maka sadarlah, bahwa kamu sangat mencintai dirimu sendiri. Sehingga tidak ada yang pantas bagimu untuk sederajat di tingkat yang sama. Bukan begitu?
HAHAHAHAHAHAHA!
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!