Ha-ha-ha!
Jantung pisang hendak disimpan, sayang. Tetapi rupanya dirimu muncul mengadu menghardik, memancing emosi dengan lirih untuk sapih.
Simpan saja kata-kata kau! Karena yang kau lihat tidak pernah serupaku. Siapakah kau? Tidak berarti, dan kuberi pilihan mati.
Bayanganku mengejar antara aku dan kau! Yang akan pergi lebih dulu, dari kurun sekedip mata. Tebak saja, teka-teki itu seru.
Mari bertaruh! Oh, salah.
Mari, bersulang!!
Ha-ha-ha.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!