Minggu, Oktober 11, 2009
Curhat
Aku tidak bisa mengelak, atas apa yang memang harus dipertanggung-jawabkan. Kehidupanku telah mati sejak lama, dan yang mati tak akan hidup lagi. Ah, mungkin bisa. Meski artinya, terlahir kembali. Tanpa ingatan. Masih suci. Bereinkarnasi. Meski dunia akan mencela, atas kepecundangan yang dibentuk karena kesengajaan. Demi kebahagiaan, setelah perih derita. Kenapa aku tidak bisa dalam satu? Apakah aku harus tahu? Harus diketahui? Kenapa dimensi tidak bisa membelah apa yang ada padaku? Untuk menghibur diri dari kepenatan hidup orang lain? Ah, aku mau hidup. Aku lelah mencoba mematahkan jeruji. Ketika di antara dua, aku harus terperangkap dalam kesatuan. Aku tidak meminta pilihan. Aku meminta hidup, dan hidupku bukan pilihan. Tolong, aku terlalu biasa ada dalam keegoisan. Jangan rubah itu, aku sudah cukup sakit. Aku harus apa? Setelah mengalah, atau rela kalah, atau mengalahkan diri sendiri, aku tetap harus setia berkorban? Mengabdi pada apa yang salah beranggapan? Jangan sentuh apa yang ada padaku. Itu sangat mengganggu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!