Kamis, Agustus 20, 2009
Karena Aku Selalu Diam
Rintihannya telah menjadi dongeng-dongeng sebelum tidur. Aku menjadi pengelana dalam rimba kesepiannya, dan menjadi penyelam dalam laut falsafahnya. Bukan petualangan, tapi demi kesinambungan. Aku tidak punya tangan yang mampu memeluk. Aku tidak punya kaki untuk berlari mengejar. Dan aku tidak punya nyawa untuk digadaikan baginya. Hanya ada hati, yang itu pun telah jadi serpih. Suaranya semakin sunyi. Aku menatap mantap tiap jejaknya hanya untuk memastikan, sampai mana doaku dikandungnya. Biarlah lirihku tetap tak tersebut, karena tuanku bagiku untukku. Jangan lagi mata hatiku tertutup, sebagaimana mataku tak pernah terbuka bahkan tidak pernah ada. Karena hanya ada rasa, dan aku tidak butuh cicipnya. Dan ijinkan aku berada dalam genggaman. Selama aku adalah saksi bisu, yang terhanyut di haru-biru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!