Kamis, Agustus 20, 2009

Dari yang Mungkin Juga Perempuan

Terima kasih Tuhan, atas ciptaan-Mu berupa perempuan-perempuan yang lucu, yang mampu membuat pingkal wanita-wanita. Yang sanggup menggugah gairah baik lelaki atau pria, di atas penuntutannya atas emansipasi. Yang berlirih lembut di hadapan dan menyumpah serapah di belakang. Yang menunggu-nunggu kudapan berupa mangsa kecil yang cantik dan baik hati.

Hei, perempuan! Apa kabar cerminmu? Tentu saja cermin yang setiap hari kau pandangi dan bertanya, "Cermin, siapa yang paling cantik?" Oh, atau apa kabar orang tuamu yang semakin tipis hartanya demi mempermahal gengsimu, yang sering kali telah mampu dibeli?

Aduh perempuan.., mau melangkah hingga ke mana kau? Setelah ditinggalkan olehmu tanggung jawab yang telah hancur?

Halah perempuan, businessman mana yang mampu mengeksploitasi kau hingga sebegininya? Dibuka dari atas hingga bawah, bahkan kini dimulai dari yang dasar. Bila itu yang kau katakan eksisme atau eksotisme, maka ajarkan padaku apa itu moral.

Perempuan, dengar marahku! Setelah tangis tak lagi mau kau dengar, sekali pun dari wanita yang kau sebut mama. Karena kau lebih mendengarkan mamih, yang menjadi dalangmu, sang marionette penuh jelita pesona.

Doaku kau tak lagi menuntut persamaan, karena tak ada penghayatan atas apa yang kau katakan. Atas apa yang kau pinta, atas apa yang seolah kau banggakan! Berilah anjing kehausan seteguk minum, dan coba yakini kau selamat bila terus inginmu melangkah tanpa aral.

Ssst, perempuan! Aku bisikkan padamu untaian kata yang tak berguna, karena aku bukan siapa atau apa. Lupakan aku, tapi ingat kalimatku. Hidup ini kejam, jalang.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Saya menunggu komentarmu, terima kasih perhatiannya!

© Tulisanku!
Maira Gall